BOLMONG – Selasa pagi, 11 Agustus 2026, pelataran Kantor Bupati Bolaang Mongondow berubah menjadi panggung besar yang memancarkan pesona tradisi. Festival Seni Budaya Bolaang Mongondow tahun ini menghadirkan nuansa berbeda: perempuan tampil sebagai wajah utama, bukan sekadar pelengkap, melainkan penggerak yang memberi warna pada setiap rangkaian acara.
Sorotan publik tertuju pada Ketua TP-PKK Kabupaten Bolaang Mongondow, Ny. Kalsum Alhabsyi-Alhabsyi, SE., bersama Wakil Ketua TP-PKK, Ny. Syliane Lumenta-Pangalila, S.Th. Keduanya tampil anggun dalam balutan busana adat khas daerah. Elegansi kain tradisional yang mereka kenakan memancarkan wibawa sekaligus kelembutan, menjadikan perempuan simbol penjaga budaya sekaligus inspirasi bagi generasi muda.
Kehadiran Ny. Suzana Mokoginta-Mooduto, SH., Ketua Dharma Wanita Persatuan, semakin memperkuat citra perempuan sebagai penggerak utama. Mereka tidak hanya hadir sebagai tamu kehormatan, tetapi juga memainkan peran nyata dalam menghidupkan festival. Dukungan organisasi hingga keterlibatan langsung dalam pementasan Fashion Show Baju Adat menjadi bukti bahwa perempuan berada di garis depan perayaan budaya ini.
Mengusung tema “Merajut Warisan, Merangkul Masa Depan, Lestarikan Keragaman Budaya”, festival ini juga membuka ruang pemberdayaan perempuan melalui UMKM lokal. Dari kuliner tradisional hingga kerajinan tangan, karya-karya perempuan tampil sebagai bagian dari kekuatan ekonomi kreatif daerah.
Rangkaian acara semakin hidup dengan Tari Kabela, Tari Perang, hingga Tari Maleos-leosan, yang sebagian besar dibawakan oleh kelompok seni perempuan. Penampilan mereka mempertegas peran perempuan sebagai penjaga estetika budaya sekaligus penggerak kebersamaan.
Festival Seni Budaya Bolaang Mongondow 2026 akhirnya menegaskan satu hal: perempuan bukan hanya wajah anggun di panggung, tetapi juga pemimpin yang menginspirasi dan merajut masa depan budaya daerah.








