Kotamobagu, Sulawesi Utara – Bulan Ramadhan 2026 tinggal menghitung hari. Umat Islam di seluruh dunia bersiap menyambut bulan penuh berkah, termasuk masyarakat di Bolaang Mongondow Raya. Bagi umat Islam, Ramadhan adalah momentum utama untuk menegakkan perintah Allah SWT, menjauhi larangan-Nya, serta memperkuat ketaatan melalui puasa, shalat, dan amal kebaikan.
Ramadhan Bulan Penuh Keutamaan
Ramadhan diyakini sebagai bulan paling mulia dalam kalender Islam.
– Al-Qur’an diturunkan sebagai pedoman hidup umat manusia.
– Lailatul Qadar, malam yang lebih baik dari seribu bulan, hadir di sepuluh malam terakhir.
– Puasa dan ibadah malam menjadi jalan pengampunan dosa.
– Setiap amal kebaikan diganjar pahala berlipat ganda.
– Doa-doa dikabulkan sebagai bentuk kasih sayang Allah SWT.
Keutamaan ini menegaskan bahwa inti Ramadhan adalah ketaatan mutlak kepada Allah SWT, bukan sekadar rutinitas, melainkan penghayatan mendalam atas perintah agama.
Tradisi Lokal Pelengkap Bernilai Positif
Masyarakat Mongondow tetap menjaga tradisi yang memperkaya suasana Ramadhan. Tradisi ini dipandang sebagai ritual sosial dan budaya yang bernilai positif, namun tidak lebih tinggi atau wajib dibandingkan perintah agama.
– Mokimintahang atau Moharuah: Tradisi menyambut Ramadhan dengan kesiapan spiritual dan sosial, menekankan kebersamaan masyarakat.
– Mokipateha kon Kubur: Ziarah kubur sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur, dilakukan dengan tetap menempatkan ibadah sebagai inti.
– Sahur keliling: Anak-anak dan remaja membangunkan warga dengan bedug, kentongan, atau lantunan shalawat.
– Pasar takjil lokal: Pedagang musiman menjajakan makanan khas daerah seperti sinandoi, lalampa, dan kue tradisional, memperkuat identitas kuliner Mongondow.
Solidaritas Sosial di Bulan Suci
Ramadhan juga menjadi ruang solidaritas sosial.
– Sedekah dan zakat fitrah memperkuat empati terhadap fakir miskin.
– Masjid aktif menggelar kegiatan sosial, dari pembagian takjil gratis hingga santunan anak yatim.
– Dari sisi kesehatan, puasa memberi kesempatan tubuh untuk detoksifikasi dan menjaga keseimbangan organ pencernaan.
Ramadhan 2026 Menyatukan Ibadah dan Kebersamaan
Dari masjid hingga pasar takjil, dari sahur keliling hingga buka puasa bersama, masyarakat Bolaang Mongondow Raya menyambut Ramadhan dengan perpaduan nilai universal Islam dan tradisi lokal.
Bulan suci ini kembali menjadi momen yang dinanti, bukan hanya sebagai ruang ibadah, tetapi juga sebagai perayaan kebersamaan. Namun, masyarakat tetap menegaskan perintah dan larangan Allah SWT adalah mutlak, sementara tradisi hadir sebagai penguat identitas dan harmoni sosial.








