Tutuyan – Suasana Ramadan di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) semakin bermakna dengan kunjungan Safari Ramadan Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, pada Rabu (11/3/2026). Kehadiran Gubernur bersama jajaran Pemerintah Provinsi disambut hangat oleh Ketua DPRD Boltim, Samsuddin Dama, didampingi Wakil Ketua Kevin Sumendap dan Medy Lensun.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur menyerahkan sejumlah bantuan simbolis kepada masyarakat. Di antaranya 26 Sertifikat Hak Milik (SHM) untuk lahan transmigrasi UPT Motongkad, satu unit mesin giling jagung bagi Kelompok Masyarakat Bangkit Bersama di Desa Atoga Timur, serta program nutrisi melalui Aksi Mapalus Cegah Stunting. Bantuan lain yang turut disalurkan meliputi mesin pangkas rumput, hand sprayer, kursi roda, tongkat, susu untuk balita, ibu hamil, lansia, hingga santunan jaminan kematian.
Selain itu, Boltim juga menerima dukungan pembangunan dari Pemprov Sulut berupa cadangan pangan, program cetak sawah rakyat, pemeliharaan jaringan irigasi tersier, serta tambahan bantuan posyandu berupa biskuit bayi dan susu untuk anak-anak, remaja, lansia, dan ibu menyusui.

Ketua DPRD Boltim, Samsuddin Dama, menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah provinsi. “Kehadiran Bapak Gubernur adalah sebuah kehormatan dan kebahagiaan bagi kami. Ini menunjukkan komitmen nyata Pemerintah Provinsi kepada masyarakat Bolaang Mongondow Timur,” ujarnya. Ia menegaskan DPRD Boltim siap mendukung kebijakan pembangunan yang sejalan dengan pemerintah pusat dan provinsi, termasuk pemanfaatan Dana Bagi Hasil (DBH) yang telah mempercepat pembangunan infrastruktur daerah.
Gubernur Yulius Selvanus dalam sambutannya menekankan pentingnya sinergi pembangunan. Ia mengungkapkan bahwa saat ini terdapat 63 Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) yang telah mendapat persetujuan di Sulut, dengan 25 wilayah berada di Boltim. Menurutnya, kehadiran izin pertambangan akan meningkatkan pendapatan daerah melalui pajak dan retribusi, sehingga lebih banyak program pembangunan dapat direalisasikan.

Gubernur juga menyoroti capaian pertumbuhan ekonomi Sulut yang mencapai 5,66 % dalam satu tahun terakhir, melampaui angka nasional sebesar 5,33 %. Ia optimistis melalui keberlanjutan program WPR dan IPR, pertumbuhan ekonomi daerah dapat menembus 6–7 % pada akhir 2026. “Mari kita taati kewajiban pembayaran pajak karena hasilnya akan kembali kepada masyarakat dalam wujud pembangunan dan peningkatan kesejahteraan,” tegasnya.
Kegiatan Safari Ramadan ini berlangsung meriah dengan kehadiran unsur Forkopimda Sulut, jajaran Pemerintah Provinsi, Ketua TP-PKK Provinsi Ny. Anik Yulius Selvanus, pimpinan dan anggota DPRD Boltim, Forkopimda Boltim, Sekretaris Daerah M. Iksan Pangalima, jajaran Pemerintah Kabupaten Boltim, Ketua TP-PKK Kabupaten Ny. Rosita Manoppo-Pobela, serta Bupati Boltim.
Safari Ramadan di Boltim bukan sekadar agenda seremonial, melainkan wujud nyata kepedulian pemerintah dalam memperkuat silaturahmi, mempercepat pembangunan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.








