Satu Tahun Kepemimpinan Yusradon : Pemda Bolmong Tegaskan Keseriusan di Tengah Efisiensi Anggaran

Bolmong – Satu tahun perjalanan kepemimpinan Bupati Yusra Alhabsyi bersama Wakil Bupati Dony Lumenta menjadi catatan penting bagi arah pembangunan daerah. Periode ini tidak hanya diwarnai tantangan fiskal, tetapi juga menunjukkan bagaimana pemerintah daerah mampu menegaskan komitmen di tengah keterbatasan anggaran. Efisiensi yang ditempuh bukan sekadar penghematan, melainkan momentum untuk memperkuat tata kelola pemerintahan yang lebih disiplin dan terukur.

Efisiensi anggaran membuat pemerintah tidak bisa menjalankan semua program sekaligus. Karena itu, Pemda Bolmong menata ulang prioritas pembangunan dengan menempatkan tiga sektor utama sebagai fokus kebijakan:

Bacaan Lainnya

– Infrastruktur: Jalan, jembatan, dan fasilitas dasar dipilih secara selektif agar manfaatnya cepat dirasakan masyarakat. Infrastruktur dipandang sebagai fondasi yang membuka aksesibilitas dan mendukung aktivitas ekonomi lokal.
– Padat Karya: Program ini menjadi strategi menjaga daya beli sekaligus membuka lapangan kerja sementara. Dengan melibatkan masyarakat secara langsung, kebijakan padat karya tidak hanya membangun fisik, tetapi juga menggerakkan roda ekonomi di desa dan kecamatan.
– Pendidikan: Meski anggaran terbatas, sektor pendidikan dijaga agar tidak terdampak signifikan. Pemerintah memastikan proses belajar-mengajar tetap berjalan normal, karena pendidikan adalah investasi jangka panjang yang tidak boleh dikorbankan.

Keterbatasan fiskal membawa konsekuensi: sejumlah program harus ditunda atau disesuaikan. Namun, langkah ini justru menjadi titik balik dalam tata kelola pemerintahan

– Perencanaan lebih fokus pada kebutuhan mendesak dan berdampak langsung bagi masyarakat.
– Pelaksanaan program lebih disiplin, dengan pengawasan ketat agar setiap rupiah anggaran digunakan secara efektif.
– Evaluasi berkala dilakukan untuk memastikan kebijakan benar-benar memberi hasil nyata, bukan sekadar formalitas laporan.

Satu tahun kepemimpinan menunjukkan adanya keseimbangan antara pembangunan fisik dan penguatan sumber daya manusia. Infrastruktur membuka akses, padat karya menggerakkan ekonomi, sementara pendidikan menjadi penopang masa depan daerah.

Meski dihadapkan pada keterbatasan, Pemda Bolmong berhasil menegaskan bahwa pembangunan tidak boleh berhenti. Justru dengan efisiensi, arah kebijakan menjadi lebih jelas, terukur, dan berpihak pada kepentingan masyarakat.

Memasuki tahun kedua, Bupati Yusra Alhabsyi dan Wakil Bupati Dony Lumenta menegaskan komitmen untuk tetap berfokus pada tiga sektor utama tersebut. Harapannya, pembangunan daerah dapat terus berjalan secara berkelanjutan, disiplin, dan konsisten, meski dengan anggaran yang terbatas.

Refleksi ini menjadi bukti bahwa kepemimpinan bukan hanya soal menjalankan program, tetapi juga tentang keberanian mengambil keputusan sulit demi menjaga stabilitas dan masa depan daerah.

banner 400x200

Pos terkait

banner 420x110