Bolmong – Reses tahap pertama DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow masa sidang I tahun 2026 menjadi momentum penting bagi Supandri Damogalad, S.Ip, anggota DPRD sekaligus Ketua Fraksi PKB. Aleg muda ini tampil dengan gaya elegan, modern, dan penuh inovasi dalam menyerap aspirasi masyarakat, menjadikan reses bukan sekadar agenda formal, melainkan ruang komunikasi yang hidup dan produktif.
Dua Titik Reses, Dua Nuansa Aspirasi
Reses dilaksanakan di dua lokasi berbeda.
– Sabtu, 21 Februari 2026: Alun-alun Daagon Lolak menjadi titik pertama, menghadirkan berbagai organisasi kepemudaan seperti Pemuda Ansor, Pemuda Muhammadiyah, KPMKL, GMIBM, dan GAMKI.
– Senin, 23 Februari 2026: Kediaman Supandri Damogalad menjadi titik kedua, dengan kehadiran para Sangadi, perwakilan masyarakat petani, nelayan, pekebun, pelaku UMKM, serta pimpinan OPD terkait.

Kehadiran unsur pemuda di titik pertama memperlihatkan komitmen Supandri dalam merangkul generasi muda sebagai mitra strategis pembangunan. Diskusi yang berlangsung hingga malam hari, bahkan setelah tarawih di Masjid Al-Hidayah Lolak, membahas isu hangat terkait PBMR yang tengah viral di media sosial. Supandri hadir bukan hanya sebagai wakil rakyat, tetapi juga sebagai fasilitator dialog yang menyejukkan.
Reses Inovatif: OPD Hadir Menjawab Aspirasi
Berbeda dari reses sebelumnya, Supandri menghadirkan langsung jajaran OPD seperti Dinas Pertanian, Perkebunan, Perikanan, Perkim, BPBD, Dinas Sosial, dan Pendidikan. Metode ini membuat reses lebih interaktif, karena masyarakat dapat menyampaikan problem dan usulan secara langsung, sekaligus mendapatkan jawaban teknis dari pelaksana kebijakan daerah.

“Reses kali ini saya buat berbeda. Saya ingin masyarakat tidak hanya menyampaikan aspirasi, tetapi juga langsung berdialog dengan OPD agar solusi bisa segera ditemukan,” ujar Supandri. Ia menegaskan bahwa reses harus menjadi media evaluasi program pemerintah sekaligus wadah komunikasi yang hidup antara masyarakat dan pemangku kepentingan.
Aleg Muda, Wajah Baru Politik Bolmong
Sebagai aleg muda yang telah memasuki periode kedua, Supandri Damogalad menunjukkan karakter kepemimpinan yang visioner. Ia tidak sekadar menjalankan rutinitas politik, melainkan menghadirkan inovasi yang menempatkan masyarakat sebagai pusat perhatian. Gaya komunikasinya yang elegan, modern, dan penuh energi membuat reses terasa segar, jauh dari kesan kaku dan formal.

Momentum Ramadhan 1447 H semakin menambah nilai spiritual kegiatan ini. Supandri berharap, aspirasi yang terangkum dari dua titik reses dapat menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan program daerah tahun 2027. “Semoga pertemuan ini membawa keberkahan, dan aspirasi masyarakat benar-benar menjadi dasar kebijakan daerah,” tutupnya.








