Komite dan Orang Tua SMA Negeri 2 Kotamobagu Komit Tambah Prestasi Siswa

KOTAMOBAGU — Sebuah piala mungkin hanya membutuhkan beberapa menit untuk diserahkan. Namun, untuk sampai ke podium, seorang siswa bisa menghabiskan berhari-hari untuk belajar, berlatih, gagal, mencoba lagi, lalu kembali bertanding.
Cerita seperti itu sedang tumbuh di SMA Negeri 2 Kotamobagu.

Sepanjang 2025-2026, siswa sekolah tersebut menorehkan sejumlah prestasi. Ada yang berdiri di barisan Paskibraka, berkompetisi di Olimpiade Sains Nasional, bertanding di arena olahraga, hingga menunjukkan kemampuan di panggung seni.

Bacaan Lainnya

Di balik capaian itu, ada guru yang mendampingi dan orang tua yang terus memberi semangat.

Karena itu, komite dan orang tua SMA Negeri 2 Kotamobagu kini ingin memastikan perjalanan tersebut tidak berhenti pada prestasi yang sudah diraih.

Ketua Komite SMA Negeri 2 Kotamobagu, I Wayan Mudiyasa, mengatakan dukungan orang tua menjadi bagian penting dalam perkembangan siswa.

Sekolah, menurut dia, tidak mungkin berjalan sendiri. Anak-anak membutuhkan lingkungan yang membuat mereka merasa didukung ketika belajar, berlatih maupun mengikuti perlombaan.
Komitmen tersebut sejalan dengan apa yang sebelumnya disampaikan Kepala SMA Negeri 2 Kotamobagu, I Ketut Gunawan Adhywisna.
Gunawan menyebut sederet prestasi siswa tidak lepas dari kerja keras guru dan dukungan orang tua.

“Prestasi yang diraih siswa-siswi SMA Negeri 2 Kotamobagu tidak lepas dari dukungan para orang tua siswa,” kata Gunawan saat rapat, Kamis (20/8/2026).

Prestasi siswa SMA Negeri 2 Kotamobagu datang dari berbagai bidang. Sembilan siswa menjadi Paskibraka tingkat Kota Kotamobagu dan satu siswa mewakili Sulawesi Utara. Delapan siswa juga menembus OSN tingkat Provinsi Sulawesi Utara pada bidang Astronomi, Biologi, Ekonomi, Geografi, Informatika, Kebumian, Matematika dan Kimia.
Ada pula siswa yang lolos Indonesian Student Leadership Training dan seleksi final Elite Pro Academy Garuda Youth FC.

Di bidang olahraga, siswa meraih prestasi dalam karate, pencak silat dan sepak bola. Dua siswa dipercaya mewakili Sulawesi Utara dalam Turnamen Sepak Bola Nasional Soeratin Cup U-17 2026 di Surabaya, Jawa Timur.

Sementara di bidang seni, siswa menorehkan prestasi melalui FLS3N, termasuk cipta lagu dan cipta puisi. Tiga siswa lainnya mengikuti cabang film pendek. Smandu FC juga membawa nama sekolah dalam Futsal Series di Manado.

Bagi Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan dan Humas, Alin Tunggali, sederet capaian tersebut menunjukkan bahwa setiap anak memiliki kemampuan yang berbeda.
Ada anak yang menemukan kepercayaan dirinya melalui olahraga. Ada yang merasa nyaman dengan angka dan sains. Ada pula yang menemukan ruang untuk berekspresi melalui seni.

Tugas sekolah adalah membantu mereka menemukan dan mengembangkan kemampuan tersebut.

Karena itu, pembinaan siswa tidak cukup dilakukan hanya ketika mereka hendak mengikuti perlombaan. Prosesnya harus dimulai dari keseharian, dari ruang kelas, kegiatan sekolah, hingga dukungan keluarga di rumah.
Dukungan orang tua menjadi bagian yang sering kali tidak terlihat dalam sebuah prestasi.
Mereka mungkin tidak berdiri di podium. Namun, merekalah yang mengantar anak mengikuti latihan, menunggu ketika kegiatan selesai, memberi semangat ketika kalah dan mengingatkan untuk tetap belajar ketika menang. Peran seperti itu menjadi penting ketika sekolah masih menghadapi keterbatasan tenaga pengajar.

Gunawan sebelumnya mengakui SMA Negeri 2 Kotamobagu masih kekurangan guru. Meski begitu, sekolah berusaha memaksimalkan tenaga yang ada agar pelayanan kepada siswa tetap berjalan.

Dalam kondisi tersebut, dukungan orang tua dan komite menjadi semakin berarti.
Sekolah mengurus pembelajaran dan pembinaan. Guru mendampingi. Orang tua memberi dukungan dari rumah. Komite menjadi jembatan untuk memperkuat kerja bersama.
Tingginya kepercayaan masyarakat juga terlihat pada penerimaan siswa baru 2026.
Lebih dari 700 calon siswa mendaftar ke SMA Negeri 2 Kotamobagu. Namun, berdasarkan kuota, hanya 396 siswa yang dapat diterima.
Bagi sekolah, angka tersebut bukan sekadar jumlah pendaftar.

Di dalamnya ada ratusan anak yang membawa harapan. Ada orang tua yang ingin melihat anaknya tumbuh dan berkembang. Ada pula kepercayaan masyarakat yang harus dijaga.
Karena itu, prestasi siswa tidak seharusnya berhenti menjadi daftar penghargaan di sekolah.

Prestasi adalah tentang bagaimana seorang anak berani mencoba. Bagaimana ia belajar menerima kekalahan. Bagaimana ia bangkit setelah gagal. Dan bagaimana ia akhirnya menyadari bahwa dirinya memiliki kemampuan yang mungkin sebelumnya tidak pernah ia kenali.

Komite, orang tua dan sekolah kini ingin menjaga proses itu.
Sebab semakin banyak anak yang diberi ruang untuk tumbuh, semakin banyak pula kemungkinan prestasi baru lahir dari SMA Negeri 2 Kotamobagu.

Dan di balik setiap prestasi itu, akan selalu ada cerita tentang anak yang berjuang, guru yang mendampingi dan orang tua yang memilih untuk tetap berada di belakangnya.

banner 1739x904

Pos terkait

banner 420x110