Boltim Bangkit di Tengah Badai Efisiensi Anggaran

BOLTIM – Di tengah riak besar efisiensi anggaran nasional yang memangkas hampir 40% Dana APBD, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) justru tampil sebagai daerah yang berani melawan arus. Kepemimpinan Bupati Oskar Manoppo, S.E., M.M. dan Wakil Bupati Argo Visensius Sumaiku menjadi motor penggerak yang menyalakan harapan baru bagi masyarakat.

Mereka tidak sekadar berjanji, tetapi menghadirkan bukti nyata bahwa Boltim mampu bangkit dan sejahtera. Badai efisiensi anggaran tidak membuat roda pembangunan berhenti berputar. Justru, keterbatasan itu menjadi cambuk untuk berinovasi.

Bacaan Lainnya

Keberhasilan monumental ditorehkan di bidang kesehatan dengan diperolehnya kucuran anggaran sebesar Rp.176 miliar dari Kementerian Kesehatan melalui APBN 2026. Dana ini dialokasikan untuk pembangunan gedung baru RSUD Pratama Boltim berlantai empat senilai Rp136 miliar, serta Rp40 miliar untuk pengadaan alat medis modern. Kehadiran rumah sakit ini bukan sekadar bangunan fisik, melainkan simbol komitmen pemerintah menghadirkan layanan kesehatan berkualitas bagi rakyat.

Dari sisi peningkatan SDM, Pemerintah daerah menjalin kerja sama dengan perguruan tinggi negeri dan swasta untuk mencetak generasi terampil. Program beasiswa dari Pemda, BUMN, dan Swasta menjadi jembatan bagi anak-anak Boltim agar tidak terhalang biaya dalam meraih cita-cita. Pendidikan dipandang sebagai investasi jangka panjang yang akan melahirkan tenaga ahli untuk pembangunan daerah.

Semantara dengan masuknya PT Arafura Surya Alam (ASA) dan PT Pertamina Geothermal Energi (PGE) membuka lapangan kerja baru sekaligus merangsang pertumbuhan sektor pendukung.

• PT ASA siap merekrut sekitar 4.000 karyawan, dengan komitmen 60% tenaga kerja berasal dari warga local, dengan kandungan potensi kandungan emas mencapai 2,6 juta Troy Ons.
• PGE Pertamina berencana merekrut sekitar 400 tenaga kerja.

Investasi ini bukan hanya menambah PAD, tetapi juga meningkatkan penghasilan masyarakat secara langsung melalui royalti, land rent, dan program CSR.

Akomodasi, perdagangan, hingga UMKM lokal ikut bergeliat. Kehadiran investasi besar memperkuat ekosistem ekonomi daerah, menjadikan masyarakat Boltim bukan sekadar penonton, melainkan aktor utama dalam roda industri.

Bupati Oskar Manoppo menegaskan: “Kami tidak akan berhenti berinovasi meski anggaran terbatas. Dengan dukungan pemerintah pusat, BUMN, dan sektor swasta, kami mampu menghadirkan pembangunan nyata bagi masyarakat.”

Wakil Bupati Argo Visensius Sumaiku menambahkan: “Keterbatasan anggaran bukanlah penghalang, melainkan tantangan yang harus dijawab dengan kerja keras dan kolaborasi. Masuknya investasi membuka peluang kerja baru, menumbuhkan UMKM, serta meningkatkan PAD.”

Di tengah badai efisiensi anggaran, kepemimpinan Oskar Manoppo dan Argo Sumaiku menunjukkan arah yang jelas: pembangunan harus terus berjalan, kesejahteraan rakyat tetap menjadi tujuan utama. Dengan pengalaman birokrasi dan politik yang matang, keduanya mampu menjadikan keterbatasan sebagai peluang, dan tantangan sebagai pijakan menuju kemajuan.

Boltim bukan hanya bertahan, tetapi melangkah maju dengan visi pembangunan berkelanjutan demi kesejahteraan rakyat, ujar keduanya.

banner 400x200
banner 420x110