MANADO – Upaya memperkuat koperasi sebagai salah satu motor penggerak ekonomi daerah kembali ditegaskan melalui pelantikan dan pengukuhan pengurus Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) kabupaten/kota se-Sulawesi Utara (Sulut) periode 2026–2030. Acara berlangsung khidmat di Graha Gubernuran Bumi Beringin, Manado, Jumat (6/3/2026).
Prosesi pelantikan dipimpin langsung oleh Ketua Dekopin Wilayah Sulut, Godbless Sofcar Vicky Lumentut, dengan disaksikan Gubernur Sulut Yulius Selvanus dan Wakil Gubernur Victor Mailangkay. Kehadiran para pemimpin daerah ini menegaskan komitmen pemerintah dalam mendukung gerakan koperasi sebagai wadah ekonomi kerakyatan yang berkelanjutan.
Pengurus baru Dekopinda diharapkan mampu menghadirkan terobosan nyata dalam pengembangan koperasi di setiap kabupaten/kota. Fokus utamanya adalah meningkatkan profesionalisme, daya saing, serta kontribusi koperasi terhadap kesejahteraan masyarakat.
Dalam pidatonya, Ketua Dekopinwil Sulut, Vicky Lumentut, menekankan bahwa salah satu mandat penting Dekopin adalah mendukung program strategis Presiden Prabowo Subianto, khususnya pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Sulawesi Utara.

“Di Sulut saat ini tercatat ada 1.838 koperasi yang terdaftar. Kami akan terus bersinergi dengan Dinas Koperasi di tingkat kabupaten/kota agar program ini berjalan maksimal dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat,” ujar Lumentut.
Wakil Bupati Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Argo V. Sumaiku, yang turut hadir dalam acara tersebut, memberikan apresiasi atas dilantiknya pengurus Dekopinda yang baru. Menurutnya, Dekopinda memiliki peran strategis dalam mendorong kemajuan koperasi sekaligus menghadirkan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.
“Dekopinda bukan hanya wadah organisasi, tetapi juga mitra penting pemerintah daerah dalam membangun ekonomi berbasis kerakyatan. Kami berharap pengurus yang baru dapat bekerja dengan semangat, profesional, dan konsisten demi kemajuan koperasi di Sulut,” ungkap Argo.
Pelantikan ini menjadi momentum penting untuk meneguhkan kembali koperasi sebagai pilar ekonomi daerah. Dengan dukungan pemerintah provinsi, kabupaten/kota, serta sinergi antar-pengurus, gerakan koperasi di Sulut diharapkan mampu menjawab tantangan zaman, memperkuat ekonomi lokal, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.








