Jakarta – Polda Metro Jaya mengamankan lebih dari seratus orang yang diduga berupaya menyusup dan melakukan aksi provokatif saat peringatan Hari Buruh Internasional di Jakarta, Jumat (2/5/2026). Deteksi dini aparat menemukan sejumlah kelompok yang membawa barang berbahaya dan berpotensi menimbulkan kerusuhan di kawasan Monas maupun depan Gedung DPR RI.
Federasi Perjuangan Buruh Indonesia (FPBI), yang tergabung dalam aliansi Gerakan Buruh Bersama Rakyat (GEBRAK), menegaskan bahwa mereka tidak terkait dengan kelompok yang diamankan polisi. Ketua Umum FPBI, Herman Susanto, memastikan seluruh anggotanya aman dan tidak ada yang ditahan. “Sejauh ini dari organisasi yang tergabung di GEBRAK juga belum ada pengaduan terkait anggotanya yang ditahan,” ujarnya.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Iman Imanuddin, mengungkapkan bahwa aparat menemukan sejumlah barang bukti yang mengindikasikan rencana kerusuhan. “Kami mengamankan botol kosong, kain pemicu, serta bensin yang dapat digunakan untuk membuat bom molotov. Selain itu, ditemukan paku beton untuk merusak pembatas jalan, ketapel dengan gotri, dan senjata tajam,” jelasnya.
Menurut Iman, kelompok tersebut diduga merencanakan aksi anarkis dengan memanfaatkan momentum orasi buruh. “Sebagian mengikuti orasi, sementara sebagian lain melakukan pengrusakan agar memudahkan kerusuhan,” tambahnya. Aparat menegaskan langkah antisipatif dilakukan dengan menangkap mereka sebelum sempat melakukan tindak pidana.
Saat ini, sebanyak 101 orang tengah dimintai keterangan untuk pendalaman, termasuk terkait sumber pendanaan dan provokasi. Kepolisian mengimbau keluarga agar tetap berkoordinasi dengan aparat guna menghindari disinformasi. “Setelah proses pemeriksaan selesai, mereka akan segera dipulangkan,” kata Iman.
Peringatan Hari Buruh di Jakarta tetap berlangsung kondusif dengan partisipasi ribuan pekerja. FPBI dan GEBRAK menekankan komitmen mereka untuk menyuarakan aspirasi buruh secara damai, tanpa terlibat dalam tindakan provokatif yang dapat mencoreng marwah demokrasi.








