Candi Rejo – Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Candi Rejo, Kecamatan Modayag, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, kembali memperluas usaha produktifnya dengan menanam varietas hortikultura tomat di lahan seluas 1 hektar. Langkah ini menjadi kelanjutan dari program sebelumnya, yakni penanaman jagung manis, sebagai bagian dari komitmen BUMDes dalam mendukung ketahanan pangan dan penguatan ekonomi desa.
Sangadi Candi Rejo, Ruslianto Irvan Mamonto, menegaskan bahwa penanaman tomat memiliki prospek besar karena permintaan pasar yang tinggi dan pengelolaan yang relatif mudah. “Penanaman tomat merupakan langkah strategis yang tidak hanya mendukung ketahanan pangan lokal, tetapi juga membuka peluang usaha yang lebih kompetitif bagi desa,” ujarnya. Senin (16/02/2026).
Ia menambahkan, BUMDes Candi Rejo tidak hanya berfokus pada sektor pertanian, tetapi juga berencana mengembangkan usaha produktif lain yang berbasis potensi lokal. Dengan dukungan masyarakat dan pemerintah desa, BUMDes diharapkan menjadi model pembangunan ekonomi desa yang berkelanjutan.

Ketua BUMDes, Kusno Sirun, menjelaskan bahwa pihaknya mengelola dana sebesar Rp207.560.440 yang bersumber dari APBDes Tahun Anggaran 2025. Dana tersebut dialokasikan untuk pengembangan usaha pertanian, khususnya jagung, cabai, dan tomat.
“Pada tahap pertama, kami sudah menanam jagung manis dan dalam waktu dekat akan memasuki masa panen. Untuk tahap kedua, kami menanam tomat di lahan seluas 1 hektar sebagai upaya memaksimalkan kinerja BUMDes pada kuartal pertama,” jelas Kusno.
Kusno menegaskan bahwa keberhasilan program BUMDes sangat bergantung pada dukungan pemerintah dan masyarakat desa. “Kami berharap dukungan berkesinambungan dari semua pihak agar program yang dirancang dapat terealisasi dengan baik dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan warga,” katanya.

Langkah ini menunjukkan bahwa BUMDes Candi Rejo bukan hanya penggerak utama roda perekonomian desa, tetapi juga pilar penting dalam menjaga ketahanan pangan. Selain itu, program ini diharapkan membuka lapangan kerja baru, memperkuat ekonomi lokal, dan mendorong kemandirian desa secara berkelanjutan.








