BOLTARA – Kabupaten Bolaang Mongondow Utara memasuki babak baru dalam dinamika politik daerah. Dewi Zandra Astuti Mondo, politisi muda sekaligus pengusaha dari PDI Perjuangan, resmi ditetapkan sebagai Ketua DPRD Boltara periode 2024–2029. Keputusan ini diambil melalui rapat paripurna DPRD pada Senin (15/6/2026), yang sekaligus menyetujui pemberhentian Frangky Chendra dari kursi pimpinan DPRD.
Penetapan Dewi bukan sekadar pergantian kepemimpinan, melainkan juga pencapaian bersejarah: untuk pertama kalinya seorang perempuan memimpin DPRD Boltara. Legitimasi penunjukan ini diperkuat melalui Surat DPP PDI Perjuangan Nomor 992/IN/DPP/IV/2026 tertanggal 7 April 2026, yang menutup dinamika internal partai terkait penentuan unsur pimpinan dewan.
Sosok Muda dengan Modal Politik Kuat
Dewi Mondo dikenal sebagai figur ramah dan peduli terhadap masyarakat, bahkan sebelum dirinya aktif di dunia politik. Pada Pemilu 2024, ia berhasil meraih 1.576 suara dari daerah pemilihan 1 Kecamatan Kaidipang–Pinogaluman. Dukungan tersebut menjadi pijakan kuat yang mengantarkannya ke kursi legislatif, sekaligus menegaskan kepercayaan konstituen terhadap kiprahnya.
Sebagai politisi muda, Dewi Mondo membawa energi baru dalam memperjuangkan aspirasi rakyat. Kehadirannya di kursi ketua DPRD diharapkan mampu memperkuat peran perempuan dalam politik lokal, serta menghadirkan kebijakan yang lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Implikasi Politik dan Harapan Publik
Pergantian kepemimpinan ini memperkuat posisi fraksi PDI Perjuangan di DPRD Bolmut, sekaligus membuka ruang bagi lahirnya kebijakan yang lebih inklusif. Publik menaruh harapan besar agar Dewi dapat menjaga keseimbangan antara kepentingan politik partai dan aspirasi masyarakat, terutama dalam isu-isu pembangunan daerah, pemberdayaan ekonomi, serta peningkatan kualitas layanan publik.
Langkah Dewi Zandra Astuti Mondo menandai momentum penting bagi representasi perempuan dalam politik lokal. Sejarah baru ini bukan hanya simbol pencapaian, tetapi juga tantangan untuk membuktikan bahwa kepemimpinan perempuan mampu membawa perubahan nyata bagi masyarakat Boltara.







