OLAHRAGA – Timnas Brasil harus menghadapi tantangan besar di awal perjalanan mereka di Piala Dunia 2026. Sang megabintang, Neymar, dipastikan absen pada laga pembuka melawan Maroko di MetLife Stadium, 13 Juni, akibat cedera betis yang sudah membuatnya menepi hampir satu bulan terakhir.
Absennya pemain bernomor punggung 10 itu menimbulkan pertanyaan besar: apakah Neymar masih mampu mencetak gol di fase grup? Tim pelatih Brasil menargetkan sang penyerang kembali ke latihan penuh dalam waktu dekat, dengan kemungkinan tampil pada laga kedua kontra Haiti, 19 Juni. Namun, keputusan akhir akan sangat bergantung pada kondisi fisik Neymar dan situasi pertandingan.
Pelatih Carlo Ancelotti bersama tim medis sejak awal menyadari cedera Neymar bukan masalah ringan. Karena itu, mereka memilih pendekatan hati-hati dengan tetap mempertahankan sang pemain dalam skuad, berharap ia bisa tampil di fase krusial. Jika Brasil mampu mengamankan tiket ke babak gugur lebih cepat, Neymar mungkin akan dimainkan secara terbatas.
Brasil dijadwalkan menghadapi Maroko (13 Juni), Haiti (19 Juni), dan Skotlandia (24 Juni) di fase grup. Semua mata kini tertuju pada pemulihan Neymar dan peluangnya memberi dampak di sisa turnamen.
Di tengah sorotan publik, kritik tajam datang dari mantan striker Brasil, Giovane Elber. Dalam wawancara dengan Sport Bild, Elber menilai Neymar yang kini berusia 34 tahun tidak lagi layak masuk skuad. Ia menyoroti performa Brasil yang tidak konsisten sepanjang kualifikasi, meski mengakui ada sedikit harapan sejak tim bermain lebih kolektif di bawah Ancelotti.
Meski begitu, Neymar tetap menjadi figur penting dengan status top skor sepanjang masa Brasil berkat 79 gol. Elber menilai pemanggilan sang bintang lebih dipengaruhi tekanan publik dan dukungan politik ketimbang performa aktual. “Sebagian besar fans ingin Neymar tetap dipanggil. Bahkan Presiden ikut mendukung. Tekanan terhadap Ancelotti sangat besar,” ujar Elber.
Kini, Brasil harus membuktikan kekuatan mereka tanpa Neymar di laga perdana, sembari menunggu apakah sang maestro mampu kembali memberi warna di Piala Dunia 2026.







