TUTUYAN – Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) semakin serius mempersiapkan diri menghadapi Lomba Posyandu Tingkat Provinsi Sulawesi Utara. Hal ini ditandai dengan digelarnya Rapat Koordinasi (Rakor) Tim Pembina Posyandu Kabupaten yang dipimpin langsung oleh Ketua Tim Pembina, Ny. Rosita Manoppo Pobela, SE, MSi, pada Rabu (13/05/2026) di Ruang Rapat Bupati, Kantor Sekretariat Daerah Boltim.
Dalam arahannya, Ny. Rosita menegaskan bahwa Posyandu kini bertransformasi menjadi pusat integrasi layanan dasar masyarakat. Tidak hanya fokus pada kesehatan, Posyandu juga mencakup enam bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM), yakni pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketentraman dan ketertiban umum, perlindungan masyarakat, serta sosial. “Posyandu memiliki peran penting sebagai garda terdepan dalam meningkatkan kualitas pelayanan dasar. Melalui peran aktif kader dan dukungan semua pihak, Posyandu diharapkan terus hadir memberikan pelayanan yang merata, dekat, dan berkualitas,” ujarnya.
Ny. Rosita juga mengajak seluruh instansi terkait untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor. Menurutnya, sinergi yang solid akan menjadikan Posyandu di Boltim lebih inovatif dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat hingga ke tingkat desa dan kecamatan. “Mari bersama-sama kita perkuat sinergi dalam mendukung transformasi Posyandu. Terima kasih kepada seluruh Tim Pembina, para kader, serta semua pihak yang berkomitmen demi terwujudnya masyarakat Boltim yang sehat, sejahtera, dan berkualitas,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Boltim, Rahman Hulalata, S.Pd, MM, menekankan bahwa Rakor ini menjadi instrumen penting dalam memperkuat koordinasi antar SKPD. Ia merinci empat fokus utama pembahasan, yaitu:
1. Tindak Lanjut Rakor TP Posyandu Provinsi – Menyelaraskan kebijakan daerah dengan arahan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara.
2. Penguatan Struktur Organisasi – Persiapan pembentukan dan pelantikan Tim Pembina Posyandu di tingkat kecamatan dan desa.
3. Realisasi SPM – Memastikan implementasi enam standar pelayanan minimal berjalan optimal di SKPD pengampu.
4. Kesiapan Lomba – Mematangkan persiapan teknis dan materi untuk menghadapi kompetisi tingkat provinsi.
“Tujuan utama kita adalah memperkuat sinergi antar SKPD. Setiap instansi memiliki peran dalam mendukung enam standar pelayanan minimal tersebut, sehingga transformasi Posyandu ini benar-benar memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” jelas Rahman.
Rakor ini turut dihadiri pimpinan OPD terkait, para camat, kepala puskesmas se-Boltim, serta Pokja 4 TP PKK Boltim. Kehadiran berbagai pihak diharapkan mampu memastikan kesiapan Boltim dalam menghadapi lomba sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik di daerah.








