BOLTIM – Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) kembali mencatat capaian penting di sektor kesehatan. Pembangunan gedung baru Rumah Sakit Umum Pratama menjadi langkah nyata Bupati Oskar Manoppo dalam mewujudkan visi daerah yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.
Bupati Oskar menegaskan, pembangunan ini bukan sekadar menambah fasilitas fisik, melainkan sebuah investasi jangka panjang untuk memperkuat pelayanan publik. “Kami ingin memastikan setiap warga memiliki akses kesehatan yang cepat, terjangkau, dan berkualitas,” ujarnya.
Dampak Positif RS Pratama :
- Akses kesehatan lebih mudah, Warga tak perlu lagi keluar daerah untuk mendapatkan layanan medis.
- Kualitas hidup meningkat: Fasilitas memadai diharapkan menekan angka kesakitan.
- Ekonomi lokal tumbuh: Pembangunan membuka lapangan kerja bagi tenaga medis maupun non-medis.
- Citra daerah menguat: RS Pratama menjadi simbol komitmen pemerintah daerah.
- Pusat pendidikan kesehatan: Berpotensi menjadi tempat pelatihan tenaga kesehatan lokal.
Bangunan gedung RSU Pratama Boltim yang akan dibangun direncanakan memiliki empat lantai. Anggaran pembangunan bersumber dari APBN melalui Kementerian Kesehatan, dengan total Rp 135 miliar lebih untuk fisik bangunan gedung dan Rp 40 miliar lebih untuk pengadaan fasilitas alat kesehatan ( Alkes ). Seluruhnya ditargetkan rampung pada tahun 2026.
Bupati Oskar berharap, kehadiran RS Pratama tidak hanya meningkatkan pelayanan kesehatan, tetapi juga memperkuat Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta menegaskan posisi Boltim sebagai wilayah progresif yang siap menghadapi tantangan masa depan,ungkapnya.








